sajak pendosa

Saya masih menyayangi anda…

Waktu yang anda minta tak terbatas…

Namun mengertilah

Saya ini manusia

Bukan dia, yang bisa terus tersenyum

Walau paku-paku menancapi tubuhnya yang tersalib

Saya bukan dia, saya Cuma manusia

Bukan sang penggembala

Untuk memandu jiwa yang sesat

Saya hanya bisa tersenyum miris

Saya menangis karena saya manusia

Bukan dia yang membawa terang ke kehidupan…

Saya bisa mengerti apa yang anda inginkan

Saya bisa menanti selama yang anda mau

Namun saya tak mungkin bertahan selamanya

Karena saya bukan sang penyelamat dunia

Saya hanya…

Sekali lagi saya hanya manusia

Tidak tersalib, tidak membawa terang, tidak menggembala,

Pun tidak menyelamatkan

Saya hanya pendosa…

Seorang manusia yang menyayangi anda

 

                            

KENAPA ???

  1. Kenapa waktu SD pertama kali belajar baca selalu nyebut-nyebut nama “Budi”? Misalkan, “Ini ibu Budi” kenapa ngga Ucup, Juned, Dono, Kasino, Indro, atau siapaaa… gitu…?

  2. Kenapa sekolah harus pake seragam?

  3. Kenapa seragam SD warnanya putih-merah, SMP putih-biru, SMA putih-abu? Kenapa ngga putih-ijo, biru-pink, item-merah…?

  4. Kenapa perempuan harus pake rok?

  5. Kenapa banyak yang bilang anak laki ngga boleh nangis?

  6. kenapa kalo lagi olah raga itungannya Cuma ampe 8?

  7. kenapa IP atau IPK standar tertingginya 4?

  8. kenapa model Runway harus tinggi dan kurus? emang orang pendek dan gemuk ga boleh pake baju bagus?

  9. kenapa ada orang apartheid?

  10. kenapa 1+1=2?

  11. Kenapa Soeharto sampai saat ini ga mengalami proses hukum?

  12. Kenapa gw ada di dunia?

  13. kenapa bilangan cacah selalu dimulai dari satu?

  14. Kenapa pembunuhnya Munir sampe sekarang belum diketahui?

  15. Kenapa dari kecil kita selalu dididik buat ngasih dan nerima pake tangan kanan? Emang kenpa dengan tangan kiri? Siapa dan apa sih yang menyebabkan budaya “tangan kiri itu jelek”?

  16. kenapa model iklan Hand Body kulitnya selalu putih?

  17. Knapa banyak orang yang beranggapan kalau kulit putih itu cantik?

  18. Kenapa Model iklan sampo selalu berambut lurus?

  19. Kenapa hari Jumat sering diidentikan sebagai hari yang pendek?

  20. Kenapa ada istilah “malem mingguan”?

  21. Kenapa jarum jam berputar dari kiri ke kanan?

  22. Kenapa Tuhan menciptakan manusia?

  23. kenapa gw ada di diri gw yang sekarang ya? Gimana jadinya kalo gw ngeliat dunia ini dari diri orang lain?

  24. kenapa ada orang jahat dan orang baik?

  25. kenapa warna item sering dipake ke pemakaman?

  26. Kenapa perempuan harus bisa masak?

  27. kenapa Cuma Azan Magrib doank yang disiarin di TV?

  28. kenapa Daging babi haram?

  29. kenapa standar pengetikan harus pake Times New Roman ?

  30. kenapa cewek lebih mengoptimalkan perasaan dibanding logika?

  31. kenapa ada yang benar dan ada yang salah?

  32. kenapa orang mengangguk waktu bilang “iya” dan menggeleng waktu bilang “tidak”?

  33. kenapakita tidur di malam hari dan bangun di pagi hari?

  34. kenapa kita bisa mimpi?

  35. kenapa ada orang jahat dan orang baik?

  36. kenapa ada istilah “ibu pertiwi” tapi ga ada istilah “bapak pertiwi”?

  37. kenapa ada pemilihan putri

    Indonesia

    , tapi ga ada pemilihan putra

    Indonesia

    ?

                                                                                                                                                                      -boyaz-

dari boyaz untuk para perempuan

Untuk para perempuan yang pernah dianggap lemah…

Berjuanglah, jangan pernah menyerah. Kita memiliki dua kekuatan, hati dan pikiran. Kita tidak dilahirkan sebagai makhluk lemah tanpa daya, kita membangun dunia dengan kasih. Dengan kelembutan yang tercipta sebagai sumber kekuatan.

Percayalah, kita mampu bangkit, kita mampu bertahan. Jangan pernah menyerah jika kita berada dibawah superioritas dan dominitas mereka yang merasa bisa berkuasa atas kita. Yakinkan diri kita, gunakan kekuatan hati kita, untuk terus bertahan. Gunakan kekuatan pikiran kita untuk bangkit, tanpa harus merasa tersakiti.

Untuk para perempuan yang pernah merasa direndahkan…

Yakinlah, kita istimewa. Kita tercipta sebagai manusia dengan ketabahan luar biasa, Namun memiliki kekuatan dari dalam yang membuat kita terus bertahan, tanpa menyerah. Biarkan mereka menganggap kita manusia dengan kasta terendah, lalu tinggalkan mereka sendiri, tanpa ada kita untuk melengkapi.

Buktikanlah jika kita pantas dihargai, dan dihormati, dan diperlakukan dengan baik.

Untuk para perempuan yang pernah merasa dilecehkan…

Lawan! Jangan biarkan kita terus diinjak-injak, kita bukanlah jenis manusia yang pasrah, dan lemah. Kita bukan objek untuk dijadikan tolak ukur kekuatan mereka.

Jangan pernah merasa sendirian, karena kita berharga, dan pantas dihargai.

Untuk para perempuan yang penuh kasih…

Biarkan dunia melihat kita, tunjukkan bahwa kasih adalah kekuatan terbesar dalam hidup, buktikan, bahwa kasih tak bersyarat. Bahwa kasih mampu melewati segala batasan, Dan bahwa kita istimewa.

Untuk para perempuan yang kuat…

Terimakasih, karena telah mengubah dunia dengan kekuatan yang lembut. Dengan keberanian yang tulus, membuktikan kita bukanlah makhluk pasrah yang mudah menyerah bersenjatakan air mata. Dan membuat kita semua merasa lebih dihargai.

Untuk mereka yang pernah merendahkan, melecehkan, dan menganggap lemah perempuan…

Berpikirlah, bagaimana kalian lahir dari rahim seorang perempuan. Bagaimana ketulusan, dan kasih sayang seorang perempuan mendewasakan kalian, bagaimana perempuan tercipta untuk melengkapi, dan menyeimbangkan hidup. Dan tercipta untuk dihargai.

Perlakukanlah perempuan tidak sebagai makhluk istimewa yang harus dipuja namun perlakukanlah dengan setara. Percayalah pada kekuatannya. Jagalah hatinya, Lengkapilah hidupnya.

-Boyaz-

Untuk para perempuan yang pernah dianggap lemah…

Berjuanglah, jangan pernah menyerah. Kita memiliki dua kekuatan, hati dan pikiran. Kita tidak dilahirkan sebagai makhluk lemah tanpa daya, kita membangun dunia dengan kasih. Dengan kelembutan yang tercipta sebagai sumber kekuatan.

Percayalah, kita mampu bangkit, kita mampu bertahan. Jangan pernah menyerah jika kita berada dibawah superioritas dan dominitas mereka yang merasa bisa berkuasa atas kita. Yakinkan diri kita, gunakan kekuatan hati kita, untuk terus bertahan. Gunakan kekuatan pikiran kita untuk bangkit, tanpa harus merasa tersakiti.

Untuk para perempuan yang pernah merasa direndahkan…

Yakinlah, kita istimewa. Kita tercipta sebagai manusia dengan ketabahan luar biasa, Namun memiliki kekuatan dari dalam yang membuat kita terus bertahan, tanpa menyerah. Biarkan mereka menganggap kita manusia dengan kasta terendah, lalu tinggalkan mereka sendiri, tanpa ada kita untuk melengkapi.

Buktikanlah jika kita pantas dihargai, dan dihormati, dan diperlakukan dengan baik.

Untuk para perempuan yang pernah merasa dilecehkan…

Lawan! Jangan biarkan kita terus diinjak-injak, kita bukanlah jenis manusia yang pasrah, dan lemah. Kita bukan objek untuk dijadikan tolak ukur kekuatan mereka.

Jangan pernah merasa sendirian, karena kita berharga, dan pantas dihargai.

Untuk para perempuan yang penuh kasih…

Biarkan dunia melihat kita, tunjukkan bahwa kasih adalah kekuatan terbesar dalam hidup, buktikan, bahwa kasih tak bersyarat. Bahwa kasih mampu melewati segala batasan, Dan bahwa kita istimewa.

Untuk para perempuan yang kuat…

Terimakasih, karena telah mengubah dunia dengan kekuatan yang lembut. Dengan keberanian yang tulus, membuktikan kita bukanlah makhluk pasrah yang mudah menyerah bersenjatakan air mata. Dan membuat kita semua merasa lebih dihargai.

Untuk mereka yang pernah merendahkan, melecehkan, dan menganggap lemah perempuan…

Berpikirlah, bagaimana kalian lahir dari rahim seorang perempuan. Bagaimana ketulusan, dan kasih sayang seorang perempuan mendewasakan kalian, bagaimana perempuan tercipta untuk melengkapi, dan menyeimbangkan hidup. Dan tercipta untuk dihargai.

Perlakukanlah perempuan tidak sebagai makhluk istimewa yang harus dipuja namun perlakukanlah dengan setara. Percayalah pada kekuatannya. Jagalah hatinya, Lengkapilah hidupnya.

-Boyaz-

Embrassing moments of my Life! And stupid things that I ever done…

  • Jatoh di tengah lapangan waktu nyobain handstand, bikin temen-temen sekelas ngakak sepuasnya

  • Bilang “Assalamualaikum” waktu turun dari angkot maksudnya bilang “kiri”…

  • Ketiduran di bis ampe terminal cicaheum

  • Masukin tangan ke mesin cuci yang lagi muter

  • Kesiangan dateng ke sekolah 1 jam, dan begitu masuk kelas gw tidur sampe pulang

  • Marah-marahin orang ditelepon ga taunya salah sambung

  • Misscall orang pas lagi UAN tapi loud speakernya kepencet

  • Ngelukis karikatur guru di papan tulis, sebelum sempet dihapus si guru keburu dateng.

  • Bikin puisi tentang pelajaran ekonomi selama jam pelajaran, tanpa gw sadari si guru berdiri di belakang gw, dan merhatiin tulisan gw

  • Waktu SMA dikasih tugas bikin satu paragraph pake aksara sunda, karena gw Cuma bisa bikin huruf “A” jadinya satu paragraph itu isinya huruf “A” semua

  • Jatoh datar di kolam renang pas nyobain loncat indah

  • Salah masuk mobil orang

  • Lupa ngelepas anduk pas mau berangkat sekolah

  • Salah pake seragam, aturan pake batik hari jumat, gw hari kamis

  • Salah masukin kode jurusan pas mau SPMB

  • Nerbangin butterfly Barbie di tokonya, tapi nyangkut di rak.

  • Main badminton di dalem rumah, bikin adik gw ketabok raket

  • Maksud hati nyebrangin orang tapi malah disebrangin

  • Disiram orang gila pas mau berangkat sekolah

  • Janjian sama temen tapi salah hari

  • Jatoh tengkurep di depan AACC pas mau nonton pagelaran

  • Kepeleset didepan kosan cowok

  • Narik-narik infuse sampe jarumnya bengkok

  • Main kartu pas ngantri bioskop, ampe ditegor satpam

  • Ngegas motor yang lagi distandard

  • Curhat sama cermin

  • Latah nyebutin nama supir taksi pas sopirnya ngerem ngedadak

  • Disebrangin anak SD

  • Motong poni sendiri

  • Ngayal jadi bajak laut

  • Bolos sekolah jam delapan pagi

  • Waktu hari jumat lupa ga bawa kerudung alhasil taplak jadi kerudung gw…

  • Manjat pager pake rok

  • Masukin kritik tentang sekolah gw ke Koran, jadi dipanggil kepsek karena dinilai mencemarkan nama baik sekolah, dan pas upacara nama gw disebut-sebut

  • Jatoh di blue stage pas lagi makrab

  • Kejedot tiang listrik di depan GOR saparua

  • Ketiduran di tempat les dibangunin sama gurunya, padahal gurunya ganteng banget…

  • Dikejar anjing pas turun dari ojek

  • Nabrak spion truk

  • Salah masukin belanjaan ke troli orang

  • Kesiangan pas uas begitu masuk gw ngomong “anteng amat…lu pada, ga ada pemgawasnya ini!” ga taunya si pengawas ada di belakang dan ga keliatan…
  • jatoh pas latian barikade depan temen2 dan posisi jatohnya engga bgt dah... pake acara muter muter dulu!

saya ga tau dan bingung

Laras Sukmaningtyas,

Bandung

20 Februari 1988. semua orang memanggil saya Boyaz. Kecuali orang rumah yang terbiasa memanggil saya dengan sebutan “teteh”. Hobbynya baca, baca, baca, nulis, nulis, nulis, ngegambar pake crayon, ngayal, dan jatoh (sedikit bermasalah dengan keseimbangan). Bisa baca sejak umur dua tahun, bermula dari buku-buku mitologi Yunani (memberi saya wawasan dini mengenai poligami karena Zeus beristri banyak). Berlanjut ke cerita rakyat (yang waktu kecil membuat saya nggak bisa berhenti bertanya “kok perahu bisa berubah jadi gunung?”)

            Sejak kecil nggak pernah suka sama cerita putri-putrian, dari dulu saya nggak pernah percaya sama yang namanya ibu peri. Yang ngajarin kita untuk berpikir instant. Cukup dengan nangis…lalu… tring…!!! Semua keinginan bakal terkabul. Juga nggak suka sama cerita-cerita yang mengakhiri kisah sedih dengan pernikahan plus ada tulisan “happy ending” di belakangnya. Waktu kecil saya sering bertanya “emang kalo putri sama pangeran nikah pasti bakal bahagia ya?” sejak itu ayah saya memutuskan berhenti membeli buku cerita sejenis itu. Lalu mulai membelikan buku-buku seri tokoh dunia sebagai hadiah masuk TK. Di umur

lima

tahun saya sudah berkenalan dengan Einstein, Marie Curie,

Newton

,

Lincoln

,

Edison

.

            Dulu saya kira semua anak sama minat bacanya seperti saya. Sampai guru TK ngomelin saya karena selalu pengen nimbrung di pelajaran mengeja.

Masuk

SD

saya keranjingan buku-buku Enid Blyton, dan Chicken Soup.

Pertengahan

SD

saya mulai diperkenalkan buku-buku dan cerpen-cerpen karangan Seno Gumira Ajidarma, Yang pertama saya baca adalah “Iblis tak Pernah Mati”. Berlanjut dengan buku-buku karangan Pramoedya yang saya baca ketika kelas

lima

SD

, sampai sekarang.

            Namun waktu kelas 1smp otak saya terkena virus Harry Potter. Bahkan sampai sekarang pun virus itu masih menjangkiti saya. Biarpun begitu kecintaan saya terhadap buku-buku Pram tidak akan pernah pudar (alah…apaan sih bahasanya??!!)

            Kesenangan saya akan dunia tulis menulis berawal sejak kelas dua SD. Standar sih…buku diary… lalu mengembangkan khayalan saya tentang seorang anak cewek yang terjebak di satu dimensi lain. Lalu doyan nulis puisi, dan waktu SMP hobi Menuhin mading dengan tulisan-tulisan saya. Kegiatan menulis saya sempat vakum waktu awal SMA, ketika saya lagi senang-senangnya menjadi hedonist. Di kelas 3 saya tobat (

kan

mau UAN) lalu nulis cerita tentang persahabatan

lima

orang jenius, yang sampe sekarang nggak ada endingnya. Karena saya kuliah di Fakultas Sastra yang tugasnya nggak lain berupa esai dan makalah, maka minat menulis saya semakin terasah. Biarpun kadang apa yang saya tulis nggak penting (seperti halnya tulisan ini) yang penting apa yang ada di pikiran saya bisa terungkapkan.

            Saya adalah seorang pengkhayal. Waktu kecil saya suka mengkhayal jadi bajak laut. Dan saya selalu memerankan tokoh dari buku yang saya baca. Misalkan saya membaca bukunya Marie Curie atau Anne Frank. Lalu saya akan berpura-pura jadi Anne Frank. Hal itu membuat saya senang, karena dalam dunia khayal saya, saya bebas jadi apa saja. Dan saya selalu jadi pemenang. That’s the point…

            Dilahirkan ditengah keluarga yang sangat demokratis dengan satu kakak, dan satu adik, yang dua-duanya cowok, dan doyan bikin “rusuh” seorang ibu yang hobinya nyanyi dan main games, dan ayah yang selalu jadi kontributor buku serta teman diskusi membuat saya nggak pernah kesepian. Tapi sebenarnya saya suka sendirian. Dan keluarga saya mengerti itu.

            Saya masih belum punya cita-cita yang pasti (19 tahun dan belum punya cita-cita?!). dulu saya pengen jadi psikolog, tapi kadar kepekaan saya yang kurang ma’nyus membuat saya mengurungkan niat itu. Tapi cita-cita saya sementara (masih ada kemungkinan untuk berubah) ini pengen dapet beasiswa S2 dan mempelajari filsafat. Entah kenapa klaim sebuah kebenaran selalu jadi bahan pertimbangan, dan pertanyaan saya.

            Saya… saya… saya… banyak banget kata “saya”. Padahal saya bukan siapa-siapa. Saya Cuma seorang perempuan yang doyan baca, doyan mikir, doyan nanya, saya hanya seorang anak yang memimpikan neverland…

            

Ketika logika, hati, mata, dan mulut ga kompak

Setting 

Depan dekanat FASA UNPAD

Sore-sore antara jam 15.00-17.00

Pertandingan futsal antar jurusan

Mata, mulut, hati, dan logika berdebat seru sementara sang empunya bengong berusaha mendamaikan keempat aspek penting dalam dirinya tersebut saat melihat objek yang sedang diperdebatkan.

Mata                 : ( ekspresi bingung) apa bagusnya coba? Udah item, jelek, pecicilan…

Hati                   : (tersenyum sok imut) tapi dia unique… Just feel comfort by his side...

Logika              : (nyolot,karena dia sama hati emang nggak kompak) mikir deh, kenal aja baru itungan bulan udah demen…

Hati                   : (tetep cengar-cengir) yah… namanya juga perasaan!

Logika              : (bernada sinis)yakin tu perasaan idup lagi setelah kemarin “terbunuh”?

Mulut                : gw cuma suka doank qo…

Hati                   : (tetep nyengir donk!)trus kenapa ya, pengen ketemu terus?

Logika              : (cemberut)yah, itu mah toleransi sesama autis aja kali…

Mata                 : (terus merhatiin tanpa berkedip)kelakuannya juga ga jelas gitu, aneh…

Mulut                : biasa aja qo… nothing to loose bout him!

Hati                   : chemistry

kan

ga bisa ditolak

Logika             : (bernada tinggi) so? Mikir deh… did he feel the same way too?

Hati                   : (stay cool) ngga masalah qo, toh ini manusiawi

Logika              : (sinis dan sadis) ga usah bawa-bawa rasa kemanusiaan deh… wasting time tau…

Mata                 : (tetep merhatiin dengan seksama) tapi dia ga jelek jelek amat sih cuma jarang mandi aja

Mulut                : dia tuh kaya bayangan, item!

Logika              : (terdengar lelah, tapi tetep nyolot donk) so? What the hell are u doin now? Enough, heran deh, ga

cape

apa

?

Hati                   : (tetep senyam senyum dengan mata berbinar) ngga kok… toh gw menikmati...

Logika              : What? Apa ga nyiksa?

Mulut                : ah, gw Cuma seneng liat dari jauh doank

Mata                 : (selalu mengikuti kemana segala gerakannya) tapi dia enak buat diliat, biarpun aneh…

Logika              : apa sih yang lu cari dari dia?

Hati                   : nope…

Logika              : So? What are you waiting for?

Hati                   : nope…gw cuma memastikan perasaan.

Mata                 : dia tuh ga ngebosenin!

Logika              : (teriak ke mata) diem, deh… lu ga liat apa gw lagi ngomong serius sama hati?

Mata                 : oh… maap… yaudah gw mau liatin dia terus deh!

Mulut                : yang main bola jago ya?

Mata                 : yang disebrang lapangan lebih jago menarik minat gw…

Logika              : (memohon dan memelas)Buset dah… bisa diem ga sih lu pada?

Hati                   : mulut mah emang suka ngibul…

Logika              : tapi dia jujur kali, emang yang main bola jago kok!

Hati                   : jujur sama lu, tapi sama gw engga!

Mata                 : (berbinar karena bangga udah jujur) tapi gw udah jujur

kan

?

Mulut                : kadang boong itu perlu…

Hati                   : yaelah, ama gw aja boong!

Logika              : So?

Hati                   : so-so-an mulu dari tadi!

Mulut                : (beranjak meninggalkan TKP) pergi dulu ya…

Mata                 : (masih maksa ngeliatin) yah… kok pergi sih?

Mulut                : buru-buru, ditunggu temen!

Mata                 : (ngga ngedip sedikit pun) ya udah, gw ga mau ketinggalan satu detik-pun moment buat liatin dia!

Mulut                : duluan ya…

Mata                 : (tetep nyuri-nyuri pandang) lirik dikit ah…

Logika              : Shut up! Ti, udah deh…lu jangan ikut-ikutan mata, norak tau…

Hati                   : ih…biarin, ngapain boong sama diri sendiri coba?

Logika              : cukup lah…apa sih yang lu nikmatin?

Hati                   : ya harapan itu, coba deh lu rasain betapa indahnya berharap, bahkan saat kita udah kehilangan harapan…

Logika              : yang harusnya berfilosofis itu gw tau! Realistis sedikit lah…

Mata                 : yah… dia ngilang…

Mulut                : sepi ya, ga ada dia? Ga ada yang ngelawak…

Hati                   : ga ada yang bikin lu seneng

kan

? Bahkan Cuma duduk deket dia aja!

Mulut                : bukan gitu, Cuma aneh aja…

Mata                 : ga ada yang bisa lu liatin dengan alesan nonton bola gitu?

Hati                   : ga ada yang bikin mata nerbinar, dan muka memerah kalo ada dia?

Mulut                : gw ga se norak itu tau!

Hati                   : belum, karena lu ngga mau ngaku…

Logika              : bisa diem ngga? Gw lagi mulai berpikir buat give up nih…

Hati                   : (teriak, protes) aaah… enak aja lu! Ga mau give up ah!

Mata                 : lu lagi PMS ya ka? Sewot mulu dari tadi…mau kiranti?

Logika              : Diem ah…udah lah, ngapain sih ngarep mulu? Yang ada ntar nyesel…

Hati                   : as long as I can stand up and survive?

Logika              : dasar ngeyel, buang-buang waktu mulu nih lu!

Hati                   : ngga apa-apa nothing is impossible

kan

?

Logika              : yah tapi tetep realistis donk, kalo orangnya cuek, masak iya mau lu uber terus?

Hati                   : ya disitu challenge nya, apa kita udah bisa ngemanage perasaan?

Logika              : emang tu perasaan lu idupin lagi? Bukannya udah dibunuh?

Hati                   : perasaan tuh ga pernah mati, dengan cara apapun lu bunuh dia bakal tetep idup, biarpun jadi sedikit kebas…

Logika              : yah…kasian aja perasaan!

Hati                   : itulah gunanya dia, diciptakan buat di uji ke-survive-an nya!

Logika              : ngapain nyakitin sendiri

Hati                   : itulah namanya manusia, rasa sakit bakal bikin lu bertahan, jadi manusiawi kok… ga ada yang salah dengan perasaan…

Logika              : terserah, tapi entar resiko lu yang tanggung ya?

Hati                   : ya, ditanggung bersama lah, orang kita ada di diri yang sama!

Logika              : sial…

Mata                 : kenapa sih kita ga bisa akur???

Logika              : Tanya tuh sama yang punya

Hati                   : heh nona, kenapa sih kita nggak bisa akur?

Empunya          : …

Hati                   : jawab donk!

Empunya          : …

Hati                   : Ga dijawab…

Logika              : biarin lah biar dia mikir, merasakan, ngeliat, dan berbicara… biar aja dia pusing!

Hati                   : yo

wis

Empunya          : …

Si empunya Cuma bisa diam, terus membiarkan perdebatan dalam dirinya, karena ampe sekarang pun dia tetep keukeuh sama logikanya, tapi hatinya tetep ga mau diboongin, sementara mata tetep jelalatan dan si mulut tetep mengcover isi hatinya…tapi dia juga belum bisa mastiin perasaannya. jadi si empunya Cuma diam… perdebatan berlangsung, terus… nggak pernah berhenti… bahkan saat sang empunya tidur.

yaz

read this!!!

Suatu saat kita akan berterimakasih pada rasa kecewa. Karena dia yang mengajarkan kita untuk hidup, karena dia yang mengingatkan kita bahwa kita masih mempunyai hati. Dan bahwa kita adalah manusia. Karena dia yang mengajari kita untuk berpikir keluar dari batas. Karena dia juga yang memaksa kita untuk tidak terjebak, dan bangkit untuk kembali memulai awal baru.

            Suatu saat kita akan bersyukur, dan berterimakasih pada pengkhianatan. Karena telah membuat mata kita terbuka, hati kita tergugah, dan logika kita berbicara. Sehingga kita bisa melihat dari berbagai sudut pandang yang selama ini kita acuhkan karena terlena. Karena telah menghadapkan kita pada kenyataan yang selama ini tidak kita pedulikan. Karena telah menguatkan kita dan membuat kita berjanji untuk tidak melakukan hal yang sama kepada orang lain.

            Lalu suatu saat nanti kita akan berterimakasih pada penolakan, dan kata “tidak”, yang telah membuat kita bercermin dan melihat bagaimana kita sebenarnya. Membuat kita tidak mudah menyerah, dan terus berjuang. Penolakan membuat kita memperbaiki segala kekurangan kita dan belajar menerima diri kita apa adanya.

            Suatu saat nanti kita akan berterimakasih pada kesedihan yang telah membuat kita menumpahkan airmata. Kita akan berterimakasih padanya karena telah membiarkan kita mengecap rasa pahit, dan menegur kita karena kita sudah terlalu lama dimanja tawa, sehingga melupakan esensi kesedihan yang membuat kita lebih tabah, tegar dari waktu ke waktu.

            Suatu saat kita akan berterimakasih pada kesendirian. Karena telah membiarkan diri kita bebas, dan membiarkan kita dicintai oleh diri kita sendiri. Kita berterimakasih karena kesendirian membuat kita merenung dan berpikir. Membuat kita melihat diri kita sebagai “seseorang” dan membuat kita berpikir untuk “menjadi siapa”.

            kita akan berterimakasih pada rasa sakit, kebohongan, kecerobohan, sakit hati, yang dulu pernah membuat kita menangis, dan menyesal namun suatu saat nanti kita akan menoleh sekilas ke belakang dan tersenyum sambil berkata, “terimakasih…” kepada masa lalu. Lalu menatap ke depan, dan terus melangkah.

Boyaz

ferdinand oh ferdinand...

pasti kau ga tenang di alam kubur?! karena aku disini sibuk mencari2 apapun data tentang mu dan kediktatoran mu buat tugas SAT yag harus dikumpulin besok...terimakasih oh ferdinand damn ya! aku pusing... mataku jereng... gara-gara kamu ferdinand marcos!

boyaz buung

haaaah... pusing..bosen..udah jam stengah4 subuh tapi gw masih belum bertransformasi!!!nampaknya gigitan remus lupin kurang nampol..ntar minta digigit lagi ah, da ngeunah!aku teh lagi dilanda kebosenan kronis stadium4,bertengger di sebuah cafe yang harga makanannya setara dengan jatah makan penduduk di timbuktu,tanah airku..nungguin kk gw yg lagi ngobrol2 kechuwil gitchuw sama temen2nya yg juga kechuwil..lapaaaar...!!!dari tadi cuma bisa minum ampe bunghak,tadinya mau nulis lebih banyak, tapi gw khawatir bakal ngabisin waktu selama lebih dari seribu malam.. tar kan ga lucu kalo lagi asik2nya nulis tiba2 ditegor mas2nya "punten neng...emangna bade uih..."

nb: iiih...banyak agaban,yang poninya ga nahan..hayanga nguncir!

belum ada judul

whoah... bingung nih... akhirnya bisa bikin blog juga... jadi inspirasi gw ga numplek di otak!sekarang sih belum ada yang mau gw tulis... entar aja ah... boleh ga?

Powered by Friendster Blogs